when i miss it,
he come with cold,
make me calm down,
wash away my sorrow,
when i miss it,
he hold my soul,
wash away my tears,
it's rain,i always miss it.
Senin, 22 November 2010
Rabu, 17 November 2010
Melt
I run on otherway,
race against time,
making a pitch for a piece of memory.
I wanna pick up the leaves.
But, it's falling down on water.
I see my face in there,
touch it and merging into river.
Take me to meet u,
with silent.
race against time,
making a pitch for a piece of memory.
I wanna pick up the leaves.
But, it's falling down on water.
I see my face in there,
touch it and merging into river.
Take me to meet u,
with silent.
Jumat, 29 Oktober 2010
Hujan.. (Indo version)

Hujan,
Pilu ku tersampaikan padamu.
Kalbu ku di relung hati.
Menyeruak, sesak memutuskan akal budi.
Hujan,
Mengapa kau terus turun?
Terus menghujam ke bumi.
Sakit, bagai ribuan jarum menghujami.
Hujan,
Kau bagai tangisku yg tak tertahankan.
Tangkai bungaku layu.
Tak sesegar biasa mewarnai indahnya bumiku.
Hujan,
Izinkan aku mencium harumnya bunga.
Menyimpannya rapat-rapat.
Tapi ku tak mampu mengusirnya.
Hujan,
Dekaplah aku,
Tak terbendung tangisan,
Bawalah pergi galau jiwaku.
sesat

cahaya rembulan,
samar menerangi langkahku,
bimbang menentukan
ikuti langkah kaki menapak,
jalanan yang terjal,
bercampur lolongan malam.
risau hati menjalar.
tapi langkahku tak henti.
menerawang dalam samar cahaya,
tangan menggapai menyibak tirai
ku dapati sekuntum mawar
menawarkan kenikmatan
keelokannya membius
keharumannya menyesatkan
helainya tersibak anggun
mataku tak berkedip sedetikpun
jemariku bergetar dahsyat
menyentuh lembut kelopaknya
bagai gurun yang merindukan hujan
begitu menginginkannya
ingin ku lindungi agar tak lenyap
tapi angin merebutnya
kelopaknya melambai padaku
aku merenung sendiri dalam kesesatan
kerinduan hati terbungkam oleh ketakutan
dicekal kesunyian malam
bilur-bilur ini tercabik kembali oleh kenangan
tangisan ini tlah mengering berganti darah
tanganku ingin mengapai bayanganu
tapi terikat oleh duri mawar
harum nya menyamarkan peluhku
kaki ku ingin berlari. namun dicekal oleh sarat emosi
kau trus menjauh dan menghilang
galau hati membelaiku dengan belati
dan ku warnai mawar semerah darahku.
Aku hanyalah...

Aku bagai embun pagi,
Jatuh dlm pelukan angin,
Menghilang dalam tanah,
Merasuk memberi kehidupan.
Aku bagai butiran es,
Mendekap cumbuan angin,
Menyelimuti dingin,
Rapuh memberi damai.
Aku bagai angin,
Melalang buana meninggalkan rindu,
Menghantarkan nya dalam tentram,
Abadi dalam kekosongan.
Aku hanya kekosongan dlm keramaian.
Keramaian dlm kekosongan...
Senin, 18 Oktober 2010
Voyage de la vie
Faible luminosité ma bougie
Comme un aveugle marchant
Il y avait des cailloux et de poussière
Et aussi l'abîme, invisible
Marcher sans direction
Parfois doux, parfois épineux
Continuer à fonctionner sans arrêt
Voyage de la vie
Comme un aveugle marchant
Il y avait des cailloux et de poussière
Et aussi l'abîme, invisible
Marcher sans direction
Parfois doux, parfois épineux
Continuer à fonctionner sans arrêt
Voyage de la vie
Langganan:
Postingan (Atom)