"Oh mirror mirror on the wall
Who the prettiest woman in here.. ?"
Why u must trouble and be tremble,
When u used that mantra and see the truth?
"Oh mirror mirror on the wall
What should i do become like her.. ?"
Why you must try and trance how to copy her,
Then you used mask and fake your face?
"Oh mirror mirror on the wall
Which way i can be more shine and popular..?"
With all your lie, lead those people to pointing,
The truth can crush and curse your pride?
Oh you that witch!
Who spill the lies like a spell.
Warn with your way full of the crap trap.
It's truly to hot and harm like hell.
Oh you that bitch!
Who wanna be shiny and lovely.
Watch your step straight on the thin string.
It may fall deep down with all your wall.
Time is running and chasing you.
That eyes are waiting and watching you.
The truth will crushing you.
The truth will cursing you.
Tampilkan postingan dengan label my creativity. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my creativity. Tampilkan semua postingan
Rabu, 19 November 2014
Selasa, 27 Mei 2014
Towards You.
it was pointed...
pointed only for u.
that, I really fall for u.
oh yeah.. totaly fall for u..
My heart fallen in ur trap.
My heart filled without any gap.
u are so shine in my eyes.
u are catching my heart perfectly.
Oh, my heart is pumping.. pumping..
More faster.. more louder..
thump.. thump.. thump..
My heart wanna burst like timer boom
I felt so melt,
When I.. I'm trying to talk with u.
When I.. I'm trying to walk closer with u.
When I.. I see ur smile.
Oh, Please.. always think of me.
Please.. always hug and hold me.
Please.. don't let me go.
Please.. don't let it become just a dream.
U are my whiskey and honey.
U are my bitter and sweet.
Love is the special feelings,
Let me make it more special to loving u.
- inspired after watch 'my name is love'-
pointed only for u.
that, I really fall for u.
oh yeah.. totaly fall for u..
My heart fallen in ur trap.
My heart filled without any gap.
u are so shine in my eyes.
u are catching my heart perfectly.
Oh, my heart is pumping.. pumping..
More faster.. more louder..
thump.. thump.. thump..
My heart wanna burst like timer boom
I felt so melt,
When I.. I'm trying to talk with u.
When I.. I'm trying to walk closer with u.
When I.. I see ur smile.
Oh, Please.. always think of me.
Please.. always hug and hold me.
Please.. don't let me go.
Please.. don't let it become just a dream.
U are my whiskey and honey.
U are my bitter and sweet.
Love is the special feelings,
Let me make it more special to loving u.
- inspired after watch 'my name is love'-
Rabu, 07 Agustus 2013
Vintage Simple Nail Art
Hello Girls..
This week i try to make a simple nail art with vintage style.
I tried to mix turquoise and gold nail polish with different shape in every nail.
always in the last step, don't forget to cover the whole nail area with clear nail-polish.
This is the photo of my nails...
You can try it too... ~^^~ Good luck!!
This week i try to make a simple nail art with vintage style.
I tried to mix turquoise and gold nail polish with different shape in every nail.
always in the last step, don't forget to cover the whole nail area with clear nail-polish.
This is the photo of my nails...
You can try it too... ~^^~ Good luck!!
Minggu, 21 Juli 2013
Sticker Nail Art
Hello Girls!
If you wanna make ur nail cute and beautiful with cheap price, just grab some cute nail art sticker.
U can mix-match it suit with ur style. Just apply the nail polish to cover ur nail area and put the sticket on ur nail. Last, Don't forget to cover it all ur nail area with clear nail-polish.
Tips:
For last a long time,
After u put the nail art sticker on ur nail, warm ur nail for a while with hair-dryer (but, please not to close between ur nail and hair-dryer). Then, cover it up with clear nail-polish.
For some serving suggestion of sticker nail art i created, just look some picture below :)
~ ' Good Luck ' ~
If you wanna make ur nail cute and beautiful with cheap price, just grab some cute nail art sticker.
U can mix-match it suit with ur style. Just apply the nail polish to cover ur nail area and put the sticket on ur nail. Last, Don't forget to cover it all ur nail area with clear nail-polish.
Tips:
For last a long time,
After u put the nail art sticker on ur nail, warm ur nail for a while with hair-dryer (but, please not to close between ur nail and hair-dryer). Then, cover it up with clear nail-polish.
For some serving suggestion of sticker nail art i created, just look some picture below :)
~ ' Good Luck ' ~
My nail art for summer !!
Hello!!
Let's make our nail more beautiful. :D
I try to create some nail art...
Here is mine.. :D
I mixed orange and gold nail polish.
First, I make triangle shape with gold nail-polish and cover the empty nail area with orange nail-polish. After all, don't forget to cover the whole nail area with clear nail-polish ;)
But, you can try it with other color too...
I hope you like it, Girls !! ~^.^~
The detail ======== >>
Let's make our nail more beautiful. :D
I try to create some nail art...
Here is mine.. :D
I mixed orange and gold nail polish.
First, I make triangle shape with gold nail-polish and cover the empty nail area with orange nail-polish. After all, don't forget to cover the whole nail area with clear nail-polish ;)
But, you can try it with other color too...
I hope you like it, Girls !! ~^.^~
The detail ======== >>
Let's create Nail art..
I wanna share a simple nail art..
You can mix the color as you want. :D
First, I divide 2 nail area like my picture below.
I used cream, gold and maroon nail-polish.
Cream color for the top area and gold color for the bottom.
I made line bound with maroon color and i make it more cute with the dotted line with the same color.
Tips: You can make the dotted line and line with toothpick.
Good luck ~^.^~
You can mix the color as you want. :D
First, I divide 2 nail area like my picture below.
I used cream, gold and maroon nail-polish.
Cream color for the top area and gold color for the bottom.
I made line bound with maroon color and i make it more cute with the dotted line with the same color.
Tips: You can make the dotted line and line with toothpick.
Good luck ~^.^~
Rabu, 21 November 2012
Sulaman Senja
Jikalau mentari tak mencumbu rembulan,
akankah senja itu ada ?
Jikalau diri ini tak bertemu merindu,
akankah cinta itu ada ?
akankah senja itu ada ?
Jikalau diri ini tak bertemu merindu,
akankah cinta itu ada ?
Kamis, 27 September 2012
Senjaku, Ceritaku
Aku berlabuh ditepian
Menatap lembayung senja
Parasmu memukau rindu
Menyesap disetiap jalur jantung
Semilir angin menghantarkan salammu
Semerbak mawar merekah membahana
Menyambut untaian lembut kasihmu
Mengigit legit mengenal cinta
Senyummu mengulum cerita indah
Menanti harapan baru yang cerah
Bersama indahnya lembayung senja
Merapat berbagi harapan dan cita
Senjaku, Ceritaku
Bersamamu melangkah lembaran baru
Menggenggam pasti masa depan
Menoreh warna melukis senja kita
Menatap lembayung senja
Parasmu memukau rindu
Menyesap disetiap jalur jantung
Semilir angin menghantarkan salammu
Semerbak mawar merekah membahana
Menyambut untaian lembut kasihmu
Mengigit legit mengenal cinta
Senyummu mengulum cerita indah
Menanti harapan baru yang cerah
Bersama indahnya lembayung senja
Merapat berbagi harapan dan cita
Senjaku, Ceritaku
Bersamamu melangkah lembaran baru
Menggenggam pasti masa depan
Menoreh warna melukis senja kita
Jumat, 21 September 2012
isak
termagu aku membisu
melihat nanar serpihan kalbu
ku pejamkan mata
menahan perih rasa
pikiranku menembus ruang waktu
menyusuri memori biru
sekali lagi menahan rasa
sekali lagi tersayat luka
aku bagai pengemis di malam rindu
menunggu belas kasihanmu
aku tak bisa membalas jasa bulan
yang selalu sinari malamku
yang selalu sinari malamku
aku diam meski gerhana menutupi
atau saat kau tak seindah purnama
aku tetap disini menemani
menyemangati setiap seru deru
aku menanti di tepian hati
menemani segala isi dan sisi
mewarnai kanfas hari mu
mengubur warna kelabu
isak terkuak dalam dada
mengelora bagai ombak lautan
pecah terbuai alunan riak
pilu peluhku berteriak
aku terdiam terombang-ambing samudra
badanku tak lagi rumahnya
isakku terusap sentuhnya
bercumbu dalam rengkuhanya
percuma berseru kau tak menunggu
meski isak tangis menderu
laut memaksa merengkuhku
tenggelam bersamaan kau meredup
Rabu, 28 Desember 2011
Devina's party
Selasa, 08 Maret 2011
Chat with no words
Ketika hujan deras mengguyur kota, begitu sendu dan pilu. Orang-orang berlarian melindungi diri dari hujan. mereka saling berebut tempat berteduh di stasiun. Aku mendengar tangisan bayi, rengekan anak kecil, runtukan dan keluhan tentang cuaca, lalu aku?? Aku hanya menghela nafas dan diam memandangi sekitar, tetapi mata ku terpaku pada satu titik. Aku memandangi jam klasik, entah sudah berapa lama disana. Aku mengamati setiap jam, menit bahkan detiknya! Tak terasa hujanpun berhenti. Entah aku menghabiskan berapa lama untuk mengamatinya.suasana telah berubah menjadi lenggang,hanya terdengar langkah kaki dan obrolan simpang siur samar-samar . Ah! Aku bahkan tak sadar bahwa situasi telah berubah. Aku menghirup harumnya tanah yang basah.
Sekali lagi, aku tak tersadar. Seorang kakek tua, tak terlihat satu helai rambutnya berwarna hitam duduk di sampingku. Saat aku menatapnya, Ia menatapku dan aku membalasnya dengan senyuman. Dari situlah obrolan kami dimulai. Obrolan tanpa kata, menceritakan tentang waktu dan kehidupan. Dari kerutan di wajahnya, memandakan berapa lamanya dia di dunia ini. Meski telah ia lalui, entah berapa dekade. Sorotan matanya begitu bijaksana. Menceritakan padaku tentang semua aneka rasa kehidupan ang terajut indah. Tubuhnya yang tak lagi kekar dan hanya berselimut kulit tipis yang penuh kerutan, mengajarkan aku, sekali lagi untuk mengerti tentang hidup dari setiap pengalaman terlalui. Dan membuatku tersadar banyak hal yang terlalui sia-sia. Saat hampir selesai obrolan dalam diam kami, beliau berdiri dan aku mengamati punggungnya yang tak lagi tegap namun masih kokoh, Beliau mengajarkan aku arti bekerja keras yang telah ia lalui. Ia bangkit perlahan dan berjalan menghampiri seorang gadis kecil berlarian kearahnya penuh senyuman di wajahnya dan memanggilnya “Kakek”, gadis kecil itu langsung memeluk Beliau, Suasana bahagia yang berlimpah ruah, suara tawa yang ku rindukan. Gadis kecil itu menatapku sekilas, masih dengan senyuman menawannya dan membawa pergi sang kakek. Beliau kembali tersenyum mengatakan sampai jumpa padaku. Dan aku membalaskan dengan senyuman. Si gadis kecil berceloteh dan Sang Kakek tersenyum bahkan sesekali tertawa, Mengamati mereka hingga tak sadar, mereka telah menghilang diujung sana. Melemparkan aku pada masa lalu, masa kecilku.
Kupejamkan mataku.....
Dimana aku masih bisa tertawa riang, dan berceloteh panjang lebar. Menceritakan apa yang telah terjadi. Hingga suatu saat masa kelamku datang, bahkan bukan saja kelam nya pekat seperti malam. Tetapi tertutup kabut gelap, tragedi menimpa kami. Masa suram yang terlewati beberapa belas tahun lalu, Saat kanker pita suara merebut suara indahku. Begitu aku sadar setelah tidur panjang, aku tak dapat bersuara. Bahkan tangiskupun tak terdengar. Orang-orang yang ku cintai. Ibu dan Ayahku yang begitu mengasihi dan menyayangiku, selalu memberiku semangat hidup. Saat api semangat itu mulai menyala, kembalilah kabut itu memadamkannya. Sebuah kecelakaan kecil membuat luka, sekali lagi aku menanggis dalam kesunyian. Aku... Aku adalah Sang gadis yang selalu memakai gaun hitam dan memegang boneka beruangku dan menangis dalam sunyi. Aku, Sang Gadis yang selalu tertutup kabut kelam yang lebih kelam dari malam, tumbuh dewasa tanpa keluhan. Kebali aku perperosok, Andai saja aku dapat memutar waktu kembali, saat-saat indah itu...
Ku buka mataku...
Ku dapati jam tua itu. Aku hanya bersyukur pada Sang Penciptaku, dan aku tanamkan dalam hatiku saat ini. Dari semua perih yang aku dapat, aku mendapat berkah yang luar biasa. Yaitu, Hidupku berharga, meski aku memiliki kekurangan. Aku bersyukur akan pertemuanku dengan seorang kakek yang baru saja aku temui. Tentang obrolan tanpa kata itu, membuatku semakin kuat untuk menjalani kehidupan yang akan kulalui.
Dengan senyuman, aku rasa ini adalah senyum terindah dan terlebar dalam hidupku saat ini. Aku bangkit dan melangkah pasti menyusul sodara-sodara senasibku untuk menyongsong hari-hari kami dengan penuh senyuman juga semangat. Tak lupa bersyukur dengan semua yang ada dan ke tak sempurnaan kami.
Aku takkan lupa pada kejadian itu tapi tak berharap kembali. Aku kembali berjuang dan menyongsong pagi baru dengan senandung kecilku yang tak seorangpun dapat mendengar. Hanya Dia yang dapat mendengarnya.
Sekali lagi, aku tak tersadar. Seorang kakek tua, tak terlihat satu helai rambutnya berwarna hitam duduk di sampingku. Saat aku menatapnya, Ia menatapku dan aku membalasnya dengan senyuman. Dari situlah obrolan kami dimulai. Obrolan tanpa kata, menceritakan tentang waktu dan kehidupan. Dari kerutan di wajahnya, memandakan berapa lamanya dia di dunia ini. Meski telah ia lalui, entah berapa dekade. Sorotan matanya begitu bijaksana. Menceritakan padaku tentang semua aneka rasa kehidupan ang terajut indah. Tubuhnya yang tak lagi kekar dan hanya berselimut kulit tipis yang penuh kerutan, mengajarkan aku, sekali lagi untuk mengerti tentang hidup dari setiap pengalaman terlalui. Dan membuatku tersadar banyak hal yang terlalui sia-sia. Saat hampir selesai obrolan dalam diam kami, beliau berdiri dan aku mengamati punggungnya yang tak lagi tegap namun masih kokoh, Beliau mengajarkan aku arti bekerja keras yang telah ia lalui. Ia bangkit perlahan dan berjalan menghampiri seorang gadis kecil berlarian kearahnya penuh senyuman di wajahnya dan memanggilnya “Kakek”, gadis kecil itu langsung memeluk Beliau, Suasana bahagia yang berlimpah ruah, suara tawa yang ku rindukan. Gadis kecil itu menatapku sekilas, masih dengan senyuman menawannya dan membawa pergi sang kakek. Beliau kembali tersenyum mengatakan sampai jumpa padaku. Dan aku membalaskan dengan senyuman. Si gadis kecil berceloteh dan Sang Kakek tersenyum bahkan sesekali tertawa, Mengamati mereka hingga tak sadar, mereka telah menghilang diujung sana. Melemparkan aku pada masa lalu, masa kecilku.
Kupejamkan mataku.....
Dimana aku masih bisa tertawa riang, dan berceloteh panjang lebar. Menceritakan apa yang telah terjadi. Hingga suatu saat masa kelamku datang, bahkan bukan saja kelam nya pekat seperti malam. Tetapi tertutup kabut gelap, tragedi menimpa kami. Masa suram yang terlewati beberapa belas tahun lalu, Saat kanker pita suara merebut suara indahku. Begitu aku sadar setelah tidur panjang, aku tak dapat bersuara. Bahkan tangiskupun tak terdengar. Orang-orang yang ku cintai. Ibu dan Ayahku yang begitu mengasihi dan menyayangiku, selalu memberiku semangat hidup. Saat api semangat itu mulai menyala, kembalilah kabut itu memadamkannya. Sebuah kecelakaan kecil membuat luka, sekali lagi aku menanggis dalam kesunyian. Aku... Aku adalah Sang gadis yang selalu memakai gaun hitam dan memegang boneka beruangku dan menangis dalam sunyi. Aku, Sang Gadis yang selalu tertutup kabut kelam yang lebih kelam dari malam, tumbuh dewasa tanpa keluhan. Kebali aku perperosok, Andai saja aku dapat memutar waktu kembali, saat-saat indah itu...
Ku buka mataku...
Ku dapati jam tua itu. Aku hanya bersyukur pada Sang Penciptaku, dan aku tanamkan dalam hatiku saat ini. Dari semua perih yang aku dapat, aku mendapat berkah yang luar biasa. Yaitu, Hidupku berharga, meski aku memiliki kekurangan. Aku bersyukur akan pertemuanku dengan seorang kakek yang baru saja aku temui. Tentang obrolan tanpa kata itu, membuatku semakin kuat untuk menjalani kehidupan yang akan kulalui.
Dengan senyuman, aku rasa ini adalah senyum terindah dan terlebar dalam hidupku saat ini. Aku bangkit dan melangkah pasti menyusul sodara-sodara senasibku untuk menyongsong hari-hari kami dengan penuh senyuman juga semangat. Tak lupa bersyukur dengan semua yang ada dan ke tak sempurnaan kami.
Aku takkan lupa pada kejadian itu tapi tak berharap kembali. Aku kembali berjuang dan menyongsong pagi baru dengan senandung kecilku yang tak seorangpun dapat mendengar. Hanya Dia yang dapat mendengarnya.
Rabu, 05 Januari 2011
Before The Storm Come
I look at the sky,
My love, i must to go now,
I look into your eyes, i know;
In silent, i hear your cry.
Like the ocean,
So deep and dark,
Like the woods,
so strong and shade.
In this winter,
my heart feeling so tender,
You see my back so hard,
but, you never hold my hand.
My legs step on the snow,
Before the storm come,
It's time to say Good Bye,
It's time to say Good Bye.
My love, i must to go now,
I look into your eyes, i know;
In silent, i hear your cry.
Like the ocean,
So deep and dark,
Like the woods,
so strong and shade.
In this winter,
my heart feeling so tender,
You see my back so hard,
but, you never hold my hand.
My legs step on the snow,
Before the storm come,
It's time to say Good Bye,
It's time to say Good Bye.
Selasa, 04 Januari 2011
midnite
Jam 1 lewat,
aku gelisah menanti pagi,
Malam begitu pekat,
Kelam awan tak menutupi.
Desir angin tak terdengar,
Begitu sunyi senyap,
Jantungku berdetak liar,
Smua terlelap.
Suara detik mengusik,
Aku smakin gila,
Dingin malam merasuk,
Kekawatiranku membuncah.
Terdengar gemuruh liar,
Aku terpaku,
Kilat cahaya menyambar,
Hati teriris sembilu.
Aku terseok seok berlari.
Desiran angin menyeretku,
Meluluh lantakan smua ini,
Kelam kelabu.
Bulan menangis,
Terdengar rintih.
Aku berusaha mengais,
Sisa nasib ku tertatih.
aku gelisah menanti pagi,
Malam begitu pekat,
Kelam awan tak menutupi.
Desir angin tak terdengar,
Begitu sunyi senyap,
Jantungku berdetak liar,
Smua terlelap.
Suara detik mengusik,
Aku smakin gila,
Dingin malam merasuk,
Kekawatiranku membuncah.
Terdengar gemuruh liar,
Aku terpaku,
Kilat cahaya menyambar,
Hati teriris sembilu.
Aku terseok seok berlari.
Desiran angin menyeretku,
Meluluh lantakan smua ini,
Kelam kelabu.
Bulan menangis,
Terdengar rintih.
Aku berusaha mengais,
Sisa nasib ku tertatih.
- x files -
Kepedihan menghujam nadi,
Darah tercecer rapi,
Lantai putih ternodai,
Tak sempat meraung,
Bisikan kucing membungkamku,
Mata itu mengikat jiwaku,
Senyum malaikat melumpuhkanku,
Gemersik dedaunan samarkan rintihan.
Jantung berdegup lemah,
Sisa tenaga ku tertatih,
Tangan ingin meraih,
Namun terjatuh lunglai.
Hitam kelam,
Sekali lagi menikam,
Mataku terpejam,
Dingin menyelimuti malam.
Dan aku terlelap...
Darah tercecer rapi,
Lantai putih ternodai,
Tak sempat meraung,
Bisikan kucing membungkamku,
Mata itu mengikat jiwaku,
Senyum malaikat melumpuhkanku,
Gemersik dedaunan samarkan rintihan.
Jantung berdegup lemah,
Sisa tenaga ku tertatih,
Tangan ingin meraih,
Namun terjatuh lunglai.
Hitam kelam,
Sekali lagi menikam,
Mataku terpejam,
Dingin menyelimuti malam.
Dan aku terlelap...
it feels
I find the truth in his eyes,
turn into his heart,
something close and lock..
i know, "feels" still live in there,
so smooth and soft,
then i fall down to the heart,
then once again make me hurt.
it's never be good and gold,
but it's fragile and blow by wind from my window,
fly in the sky with mellow and glow.
turn into his heart,
something close and lock..
i know, "feels" still live in there,
so smooth and soft,
then i fall down to the heart,
then once again make me hurt.
it's never be good and gold,
but it's fragile and blow by wind from my window,
fly in the sky with mellow and glow.
Senin, 22 November 2010
---------
when i miss it,
he come with cold,
make me calm down,
wash away my sorrow,
when i miss it,
he hold my soul,
wash away my tears,
it's rain,i always miss it.
he come with cold,
make me calm down,
wash away my sorrow,
when i miss it,
he hold my soul,
wash away my tears,
it's rain,i always miss it.
Rabu, 17 November 2010
Melt
I run on otherway,
race against time,
making a pitch for a piece of memory.
I wanna pick up the leaves.
But, it's falling down on water.
I see my face in there,
touch it and merging into river.
Take me to meet u,
with silent.
race against time,
making a pitch for a piece of memory.
I wanna pick up the leaves.
But, it's falling down on water.
I see my face in there,
touch it and merging into river.
Take me to meet u,
with silent.
Jumat, 29 Oktober 2010
Hujan.. (Indo version)

Hujan,
Pilu ku tersampaikan padamu.
Kalbu ku di relung hati.
Menyeruak, sesak memutuskan akal budi.
Hujan,
Mengapa kau terus turun?
Terus menghujam ke bumi.
Sakit, bagai ribuan jarum menghujami.
Hujan,
Kau bagai tangisku yg tak tertahankan.
Tangkai bungaku layu.
Tak sesegar biasa mewarnai indahnya bumiku.
Hujan,
Izinkan aku mencium harumnya bunga.
Menyimpannya rapat-rapat.
Tapi ku tak mampu mengusirnya.
Hujan,
Dekaplah aku,
Tak terbendung tangisan,
Bawalah pergi galau jiwaku.
sesat

cahaya rembulan,
samar menerangi langkahku,
bimbang menentukan
ikuti langkah kaki menapak,
jalanan yang terjal,
bercampur lolongan malam.
risau hati menjalar.
tapi langkahku tak henti.
menerawang dalam samar cahaya,
tangan menggapai menyibak tirai
ku dapati sekuntum mawar
menawarkan kenikmatan
keelokannya membius
keharumannya menyesatkan
helainya tersibak anggun
mataku tak berkedip sedetikpun
jemariku bergetar dahsyat
menyentuh lembut kelopaknya
bagai gurun yang merindukan hujan
begitu menginginkannya
ingin ku lindungi agar tak lenyap
tapi angin merebutnya
kelopaknya melambai padaku
aku merenung sendiri dalam kesesatan
kerinduan hati terbungkam oleh ketakutan
dicekal kesunyian malam
bilur-bilur ini tercabik kembali oleh kenangan
tangisan ini tlah mengering berganti darah
tanganku ingin mengapai bayanganu
tapi terikat oleh duri mawar
harum nya menyamarkan peluhku
kaki ku ingin berlari. namun dicekal oleh sarat emosi
kau trus menjauh dan menghilang
galau hati membelaiku dengan belati
dan ku warnai mawar semerah darahku.
Langganan:
Postingan (Atom)









