Rabu, 23 Januari 2013

Stuck Story

Well,
Hari libur itu sesuatu yang langka dan luar biasa indah, tetapi cepat sekali berlalu. Espesially for me yang notabene sibuk banget dengan urusan gono-gini kerjaan yang memusingkan. Sebenernya sih, kerjaan juga ga ribet-ribet amat. Hanya saja management perusahaan yang membuat segala sesuatunya ribet. Let me say, I love my job! See...? Apapun yang terjadi selama saya hidup memang 80% tidak sesuai yang kuinginkan. Banyak hal yang menguap-begitu-saja dan saya harus menerima apa-adanya-yang-ada. Mau ribet kek, mau enggak, jalani gitu aja. seakan-akan saya ini boneka. Tapi, ada 1 hal yang saya sadari banget, meski saya layaknya-seperti-boneka, saya masih memiliki sesuatu yang membara di hati. Keinginan yang ga pernah mau mati ato pupus begitu saja. Saya ingin lebih maju. Namun, pada akhirnya (lagi-lagi) stuck kembali. Mengingat 20% dalam kehidupanku, hanya sebagai pelarian untuk menemukan jati-diri dan kesenangan dari kesekian kali saya terpuruk (melas banget ya.. hahaha..). Yah.. At least, seperti hari ini, tanggalan merah. Happy bener! Merehatkan syaraf-syaraf yang tegang memikirkan persoalan yang ribet-ribet.

Sekedar curcol aja sih, ide banyak berseliweran di otak tapi ngadat dan sekali lagi kemungkinan-ga-bisa-diwujudkan. Sudah mulai terbiasa dengan stuck story yang terjadi di hidupku. Layaknya skripsi yang ga selesai-selesai juga sekaligus membuatnya menjadi suatu batu sandungan dalam perjalanan hari-hari kehidupan berikutnya. Ga heran juga sih, para mahasiswi dan mahasiswa yang jadi gila (kemungkinan paling buruk dari pada stress) dan mampus pendidikan perguruan tinggi alias putus ditengah jalan hanya gara-gara skripsi. Klo saya pikir-pikir kembali, Skripsi itu seperti momok, kenapa juga skripsi itu susahnya minta amir banget. Ada juga yang tugas skripsinya itu diluar dengan apa yang sudah dipelajari selama beberapa semester yang dilalui sebelum layak masuk ke level akhir alias sidang skripsi dan dinyatakan LULUS!. In fact, saya salah satu mahasiswa yang lagi sekarat melalui lorong skripsi. Kalo bisa diartikan, saya sedang koma di kampus (ga bisa apa-apa tapi bayar uang kuliah mulu! Well, ngemukin keuangan kampus lebih tepatnya)
belom lagi ngadepin dosen, klo dosen pembimbingnya enak sih, oke-oke aja. Tapi, kalo modelnya belagu mentang-mentang punya ilmu tinggi dan dapet dosen apes kayak begitu sama dengan gantung diri mahasiswanya. Bakalan jadi mahasiswa abadi. wakakaka. Akhir kata, Skripsi itu jauh lebih menyusahkan dari pada ujian-ujian biasanya. Ujian biasanya sudah cukup bikin kepala botak dan dengan bangga saya masuk (lagi-lagi) Stuck perkara teori yang akan dituang di skripsi juga apes perkara dosen. Hahaha.... Doakan saja saya dapet pencerahan dan secepat kilat saya ingin sadar kembali dari koma, hingga saya bisa menlanjutkan ide-ide gila saya berikutnya. Ciao......

Kamis, 29 November 2012

Penemuan Part.3

Sepulang lemburan kerja, kebetulan hari itu saya tidak membawa sepeda motor sendiri. Alias nebeng bareng pacar (cieee..),  jalanan sudah sangat lenggang karena sudah diatas jam 6 malam. Mungkin sekitar jam 6.30 malam. Kebetulan kami melewati Jalan Tunjungan perempatan Siola, biasanya kami menghindari lewat perempatan Siola untuk perjalanan pulang kantor, karena traffic lama dan padat. Kami berada di deretan paling depan dan saya terkejut bukan kepalang melihat rambu lalu lintas satu itu, saya amat-amati. Kelihatan nya ada yang salah tempat dengan rambu itu (*ngakak). Alhasil, Ide jahil pun "terlahir", jadi lah foto satu itu. Selamat Menikmati.... Hahahaha.

Note : Pak Polisi (yang berada di sebrang Pos-nya), Tolong dibenerin pak rambu nya, ga masuk akal nech... wakakakakakakakak

Penemuan Part.2


Berasa senasib klo gini ini... =.="
( Saya juga Mahasiswa semester akhir nech.. Skripsi belom kelar2 *depressed)

Love Letter from Johor, Malaysia

Mendung-megah hari ini membawa saya sedikit sakit kepala ketika menerima surat "cinta" dari Malaysia.
Mau lihat TKP?
Boleh... Silahkan.. Silahkan.. :D




Please help me to translate this language... *laugh
Klo ada yang punya kamus Malaysia - Indonesia, pinjam dunk...
Hahahahahahahaha... :p

Rabu, 21 November 2012

Indonesian Cuisine go around the world!!

Bicara tentang culiner emang ga ada habisnya, apalagi tentang cita-rasa masakan negara sendiri, Indonesia. Kaya rempah, bahan-bahan yang alami, serta cara pengolahan yang unik menghasilkan cita-rasa couture. Bagi kita yang lahir, tinggal dan hidup di Indonesia, masakan dan makanan Indonesia itu sudah biasa, bahkan sehari-hari. Padahal sebenarnya kita mungkin belum pernah mencoba seluruh koleksi makanan Indonesia (nah, lhooo). Indonesia terkenal kaya berbagai macam budaya dan suku (I'm so proud to be Indonesian) yang pastinya memiliki makanan khas disetiap daerah. Para wisatawan asing-pun menjadi Indonesian Cuisine Hunter Wanna be. Mereka dengan antusias mencicipi makanan khas disetiap daerah yang dikunjungi. Kata orang dari mata turun ke hati. Tapi ada benarnya juga lho, dari perut turun ke hati (hahahaha..). Sebenarnya culiner adalah salah satu cara pendekatan yang efektif untuk memperkenalkan suatu negara. Dari cita-rasa, mereka dapat menerka dan terbesit keinginan untuk mengunjungi negara tersebut, terutama Indonesia yang notabene terkenal dengan keramah-tamahannya. Hingga di luar sana diadakan vote 40 of Indonesia's best dishes by CNN International (You'll be drooling if you try them, so let's get it now! :D).

In fact, Indonesian Cuisine telah terkenal di dunia (WOW!). Berikut adalah nama restaurant yang telah berjasa membumbungkan nama Indonesia melalui masakan.
+ The Chameleon - Ireland.
+ Bandung Restaurant - Madison, Wisconsin, USA
+ Borobudur Restaurant - San Fransisco
+ BALI BALI Indonesia Restaurant - London
+ Kintamani Indonesian Restaurant - Singapore
+ Satay Sarinah Restaurant - Alexandria, USA
+ Indonesian Restaurant - San Francisco, California
+ Restaurant Indonesia - Paris
+ Bali Cafe Putri - Tokyo,Japan
 and many more.....

Jadi tak perlu khawatir bila bepergian atau-pun tinggal di negeri orang, bila merindukan masakan rumah anda bisa memanjakan perut di berbagai restoran masakan Indonesia yang tersebar di seluruh dunia. Alangkah baiknya, bila tak hanya mencicipi makanan Indonesia dimana-pun negara anda, tetapi berkunjunglah untuk mengenal Indonesia. Saya tunggu kedatangannya yaa... :)

Sulaman Senja

Jikalau mentari tak mencumbu rembulan,
akankah senja itu ada ?
Jikalau diri ini tak bertemu merindu,
akankah cinta itu ada ?

Senin, 29 Oktober 2012

Depot 3.6.9 , The pleasure taste of the legacy.


Menghabisan sedikit waktu malam minggu dengan keluarga tentu menyenangkan. Pilihan kami jatuh pada Depot 3.6.8, salah satu tempat makan yang terkenal dengan warisan resep tradisionalnya yang secara turun temurun yang menyajikan cita rasa yang khas dari sekian kandidat tempat makan dan kongkow yang berjajar di Pakuwon City food festival. Menu unggulan dari Depot 3.6.9 adalah dumpling dan mie. Kebetulan saya sudah ngidam ingin makan dumpling. Kami memilih beberapa sajian dumpling. Yaitu, Xiao Long Bao (menu wajib) dan Jiao Zi. Untuk isi dumpling terdapat beberapa pilihan, sayur, ikan, udang atau daging ( ayam atau babi). tak lupa kami mencicipi Mie Zha Jiang, uniknya di depot 3.6.9 disediakan 3 pilihan varian mie :
1. mie putih, yang berasal dari putih telur
2. mie kuning, yang berasal dari kuning telur
3. mie hijau, yang berasal dari sayuran
Ingin membawa pulang mie olahan Depot 3.6.9? Boleh banget.

Untuk porsi mie nya tidak terlalu banyak namun pas di hati. Upz, maksudnya pas untuk ukuran perut saya. (hehehe :D) Meski resep jaman dulu, tetapi untuk rasa tetep yummy. Tak lupa untuk makanan sekaligus minuman penutup, Es Shanghai. Saya suka dengan kacang merahnya, empuk banget dan tidak terlalu manis. Tak lupa membawa pulang Es Shanghai untuk papi yang telah berjasa menjaga rumah selagi mama, saya dan adik saya jalan-jalan. Pelayanan juga bagus, meski ramai pengunjung , kami tidak terlalu lama menunggu untuk dilayani.





Depot 3.6.9

Pakuwon City Food Festival

Price :
Xiao Long Bao/ Jiao Zi (small) 15.5K
Mie Zha Jiang 26.5K
Es Shanghai 15.5K
Harga belum termasuk pajak 10%